Stok AC menipis Dealer nggak bisa jualan, Proyek jadi gagal

Jurnalpendingin.com~Dengan adanya Permendag No.68 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik, dan Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga. Permendag itu diterbitkan untuk menekan impor barang konsumsi, mulai berpangaruh kepada ketersediaan Barang Pendingin dan Tata Udara ( AC Ruang ). Dealer mengalami hambatan dalam hal ketersediaan barang, ada banyak Merek yang stoknya saat ini sudah mulai menipis dan ada beberapa merek Ac yang justru sudah tidak Ready, sementara Supply dari Pabrikan belum bisa diketahui kapan waktunya.

Hal tersebut seperti disampaikan H. Nur Ekhwan direktur PT. Centra Perkasa Jaya Abadi, dalam pembicaraan saat Jurnal Pendingin menghubungi lewat saluran telepon Kamis (12/11/2020) “Stok khususnya Daikin, Gree dan merek lain Sharp kosong hanya beberapa model yang ada, yang masih ada merek Midea kalau LG pun beberapa open PO barang juga pada kosong, akibatnya ada kabar sales dipotong gajinya, proyek jadi gagal. Soalnya kalau pesen merk “A” kan jadi nunggu.

Nggak ada sosialisasi hanya barang kosong dengan adanya peraturan ini, hanya ada info dari Pabrik barang lagi kosong dengan adanya pembatasan impor, gitu aja. Paling paling estimasi aja untuk waktu pastinya belum tahu, kapan barang datang. Permintaan yang paling banyak saat ini Daikin untuk yang RA tetapi barang tidak ada, memang lebih lanjut Nur Ekhwan menyampaikan “ tujuannya bagus agar Principal membuat Factory di Indonesia, penyerapan tenaga kerja lebih banyak, tetapi  untuk mempersiapkan itu semua kan membutuhkan waktu, bagaimana pengurusan ijinnya infrastruktur, nilai investasinya mereka berhitung dan tidak seperti membalikkan telapak tangan, membutuhkan waktu dan energy.

Saya berharap dengan kondisi seperti ini kita kan banyak orang expert kita kerjasama atau bagaimana, syukur syukur ada Brand Indonesia sendiri selain Panasonic dan Cawang, nggak ada salahnya kita bersinergi dengan pemodal agar bisa menciptakan Merek dalam negeri sendiri dan memberdayakan isu lingkungan yang ada, contohnya Indonesia kaya akan Hydrocarbon, ini kesempatan buat Pertamina cuman Pertaminanya peduli atau tidak ?
Kemarin kan kita sudah sampaikan agar merilis AC R290, tetapi belum tahu update selanjutnya.

- Advertisement -

Hal senada juga terjadi pada principal seperti diberitakan di  Kontan.co.id dalam siarannya hari ini, import Manager PT Haier Sales Indonesia (HSI) Tjiputra Halim mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan PI laman http://inatrade.kemendag.go.id sejak September 2020 lalu. Sayangnya, hingga Selasa (10/11), PI yang ditunggu-tunggu tidak kunjung keluar. “Tidak ada keterangan apapun di sistem selain status ‘proses distribusi ke pemroses’/’requested’,” ujar Tjiputra kepada Kontan.co.id, Selasa (10/11). Tjiputra tidak merinci berapa potensi kerugian ataupun potensi penjualan yang hilang akibat proses pengajuan PI yang berlarut-larut, namun ia berujar bahwa penjualan AC HSI memang terganggu. 

Maklumlah, saat ini seluruh pasokan AC yang dijual HSI di Indonesia memang dipasok secara impor 100%. Walhasil, penjualan selama September-Oktober 2020 dilakukan dengan mengandalkan stok yang ada di gudang saja.

Tak pelak, hasil penjualan yang didapat pun berada di bawah target penjualan yang sudah ditetapkan. Hanya saja, Tjiputra tidak merinci angka penjualan yang dimaksud.

- Advertisement -

Persoalan serupa juga dialami oleh PT Midea Planet Indonesia (MPI). Marketing Communication Midea Planet Indonesia Hafizh Maulana mengungkapkan, perusahaan juga belum menerima PI yang telah dimohonkan. 

Meski begitu, MPI mengklaim bahwa proses pengajuan PI yang molor tidak berdampak signifikan terhadap penjualan AC perusahaan, sebab stok persediaan AC perusahaan dinilai masih dapat memenuhi permintaan pasar yang ada.

“Untuk harapan ke depannya, kami menunggu kebijakan dari pemerintah dan akan mengambil langkah selanjutnya setelah ada keputusan dari pemerintah.

[MJN]

- Advertisement -
-advertisement-
-advertisement-

Populer

Artikel Lainnya

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama disini