Pekerjaan Seorang Teknisi HVAC

Jurnalpendingin.com~Memiliki sistem HVAC di gedung, Anda membutuhkan adanya teknisi handal saat perbaikan. Sistem HVAC perlu dioptimalkan dengan baik dan saat terjadi kerusakan perlu langsung diperbaiki agar sistem berjalan lancar.

Apa yang Dilakukan Teknisi Perbaikan HVAC?

- Advertisement -

Teknisi perbaikan HVAC memiliki kualifikasi untuk menangani apapun terkait pemasangan, pemeliharaan, serta perbaikan sistem HVAC Anda. Teknisi profesional harus memiliki sertifikat resmi untuk menunjukkan adanya pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan terkait HVAC.

Pada umumnya, pekerjaan seorang teknisi HVAC meliputi:

  1. Mempelajari blueprint dan spesifikasi lainnya
  2. Menguji sambungan pipa atau tubing atau sambungan kebocoran
  3. Menguji sirkuit atau komponen listrik untuk kontinuitas
  4. Memperbaiki atau mengganti peralatan ang rusak
  5. Meningkatkan kinerja sistem HVAC dengan mengganti filter, membersihkan saluran, atau mengisi refrigeran
  6. Memasang, menyambungkan, atau menyesuaikan thermostat, humiditas, atau timer
  7. Menghubungkan peralatan HVAC ke sumber bahan bakar, air, atau refrigeran
  8. Menyesuaikan kontrol sistem ke sistem keseimbangan
  9. Perakitan, pemilihan posisi, dan pemasangan peralatan HVAC
  10. Memotong atau mengebor lubang pada struktur bangunan
  11. Tata letak, desain, dan pasang kabel listrik tegangan rendah
  12. Jalankan panggilan setelah jam kerja sesuai kebutuhan
  13. Mencatat dan melaporkan waktu, bahan, kesalahan, kekurangan, dan kejadian lain pada perintah kerja

Pemasangan

- Advertisement -

Dalam tahap pemasangan, seorang teknisi HVAC bersertifikat biasanya akan memasang unit berdasarkan spesifikasi yang diberikan oleh seorang arsitek atau insinyur arsitektur. Sebelum melakukan instalasi, teknisi akan menyelesaikan perhitungan yang diperlukan untuk menentukan sistem HVAC yang sesuai.

Setelah unit dipasang, dia akan menguji perpipaan dan koneksi sistem dan menghubungkan unit HVAC ke saluran kerja atau sistem distribusi. Teknisi bersertifikasi juga akan mengisi daya sistem dan refrigeran.

Perawatan

Dalam tahap perawatan, teknisi bersertifikasi akan memastikan efisiensi, sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin. Unit HVAC harus menjalani pemeriksaan perawatan rutin (biasanya 2 kali dalam setahun). Pemeriksaan yang dilakukan teknisi mencakup pengujian dan pembersihan kipas blower, pemeriksaan tingkat cairan pendingin dalam sistem pendingin, pengujian thermostat, dan pengoperasian sistem.

Perbaikan

Dalam tahap ini, seorang teknisi HVAC akan menangani masalah yang berkaitan dengan unit HVAC, thermostat, kontrol lainnya, sistem penanganan udara, kompresor, serta level refrigeran.

Ducting (saluran udara pada sistem HVAC)

Dalam pekerjaan ducting, teknisi HVAC akan menyelesaikan perakitan dan pemasangan saluran yang mendistribusikan udara panas atau dingin dari sistem HVAC. Pekerjaan ini termasuk memotong lembaran logam untuk membentuk saluran, memasang saluran ke unit HVAC, dan memasang saluran kerja di gedung.

Namun, tidak semua pekerjaan ducting akan dilakukan langsung oleh teknisi HVAC. JIka pemilik gedung telah bekerjasama dengan sistem kontrak dengan pemasang ducting, maka teknisi HVAC tidak perlu melakukannya. Hal ini bisa disesuaikan dengan permintaan konsumen. Biasanya terdapat teknisi khusus untuk memasang ducting ke semua saluran dalam gedung.

Memilih Teknisi

Untuk sistem HVAC dalam gedung komersial, konsumen akan lebih tepat menggunakan teknisi HVAC. Tentunya pilihan teknisi harus yang telah bersertifikasi.

Untuk ducting, konsumen bisa langsung memilih memakai teknisi HVAC lagi atau memakai teknisi khusus ducting.  

Untuk teknisi sistem HVAC rumahan, teknisi khusus rumah tangga biasanya akan dipilih. Teknisi rumah tangga yang bersertifikasi mampu memberikan pelayanan yang professional sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.  

- Advertisement -
-advertisement-
-advertisement-

Populer

Artikel Lainnya

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama disini